Beranda arrow Berita arrow Latest arrow Ringkasan Disertasi Dr. Syarifah Salmah
Main Menu
Beranda
Tentang PPs UI
Berita
Link
Direktori Doktor
Hotspot
Biaya Pendidikan
Program Studi
PKN
KWA
KKK
PSIL
KWJ
KW
KIK
KTTI
KPP
KWE
TBM
Pusat Penelitian
PPSML
Pranata Pembangunan
Pusbang TBM
Pustranas
PRIK
Akses Cepat
SIAK-NG
EDOM
SCeLe
Perpustakaan PPs
Perpustakaan UI
Webmail
Blog mahasiswa
Alumni
Milis
Milis ILUNI PPs
Statistics
Visitors: 1025857
PENGUNJUNG ONLINE
We have 5 guests online
Ringkasan Disertasi Dr. Syarifah Salmah

PENATAAN BANTARAN SUNGAI DITINJAU DARI ASPEK LINGKUNGAN

(Suatu kajian pada bantaran sungai Ciliwung Manggarai)



Idealnya sepanjang bantaran sungai dapat berfungsi alami sebagai lahan konservasi bervegetasi. Tujuannya mendukung terciptanya keseimbangan ekosistem lingkungan yang bermanfaat bagi kehidupan biota. Bantaran sungai yang masih alami (tanah) akan berfungsi sebagai wilayah resapan air saat benjir dating atau hujan lebat turun. Sedangkan pohon perdu yang tumbuh pada bantaran sungai akan bermanfaat sebagai penghasil oksigen; penahan panas matahari dan angina; penyerap polusi udara; penyerap polutan; peredam kebisingan; estetika lingkungan; taman rekreasi dan sebagai wahana penelitian.

 

Permasalahannya : kondisi ideal tersebut tidak mudah diimplementasikan pada bantaran sungai Ciliwung Manggarai karena perilaku penduduk membangun rumah dan menempatinya sejak tahun 1953 sampai saat ini telah meluas ke atas badan sungai. Terjadi penurunan kualitas lingkungan, baik lingkungan fisik bantaran sungai maupun lingkungan social-ekonomi. Ditinjau dari cara pandang ilmu lingkungan, apakah salah penduduk menempati bantaran sungai? Jawabannya salah karena tidak sesuai peruntukkannya. Namun lebih salah lagi pemangku kebijakan (stakeholders terkait) membiarkan warga membangun dan mendiami bantaran sungai. Kekuatan modal social yang terbentuk dalam proses waktu lama belum diberdayakan secara optimal, bahkan terkesan dilumpuhkan (Salmah,2008: hasil wawancara).
Pertanyaan penelitian : karakteristik modal social yang bagaimana yang dimiliki warga, bagaimana implikasinya terhadap kebijakan pemerintah, dan bargaining position yang ditawarkan?
Tujuan penelitian : diperolehnya informasi karakteristik modal social yang dimiliki warga, implikasinya terhadap kebijakan pemerintah, scenario modal pemberdayaan modal social dan penataan bantaran sungai Ciliwung Manggarai.
Hasil penelitian : evaluasi atas karakteristik 13 unsur modal social (Woolcock, 2003 dan Salmah, 2008) dan penerapannya pada warga bantaran sungai Ciliwung Manggarai menginformasikan nilai-nilai:
  1. tidak baik, dinilai dari penerapan pada unsur pelestarian lingkungan;
  2. kurang, dinilai dari penerapan pada tiga unsur ; kesediaan untuk mendengarkan, kemandirian  (terbiasa mendapat bantuan) dan pengetahuan lokal (terutama mengenai fungsi alami bantaran sungai).
  3. cukup, dinilai dari penerapan pada dua unsur : adat dan nilai budaya lokal (heterogen yang membaur dalam proses waktu), kejujuran.
  4. baik, dinilai dari penerapan pada delapan unsur: kearifan lokal (dalam arti mengantisipasi datangnya banjir), tanggung jawab sosial, toleransi, partisipasi masyarakat, hubungan sosial dan kepemimpinan sosial, kepercayaan (dilihat dari hubungan sosial antara sesama warga), kebersamaan dan kesetiaan (dalam menghadapi berbagai kebutuhan warga seperti musibah kesakitan dan kematian, diatasi gotong royong)

Kesimpulan :

  1. 76.92% (10 karakter) modal sosial termasuk katagori baik dan cukup diterapkan komunitas dalam kehidupan sehari-harinya, 23.18% (3 karakter) lainnya kurang dan tidak diterapkan. Bahkan terkesan terlumpuhkan oleh kondisi yang berkembang pada bantaran sungai Ciliwung Maggarai.
  2. Implikasi modal sosial terhadap kebijakan pengelolaan bantaran sungai akan bermanfaat, apabila kekuatan modal sosial komunitas diberdayakan secara optimal, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi sampai tercapai tujuan.
  3. Sumbangsih ilmu lingkungan (novelty) adalah menyandingkan tiga kebijakan yaitu kebijakan Pemerintah Pusat, Daerah dan kebijakan modal sosial dalam satu skenario terpadu dan dimanfaatkan untuk mengurangi kekumuhan pemukiman di ibukota dan meningkatkan kualitas lingkungan pada bantaran sungai Ciliwung Manggarai.

Saran :

  1. Warga: perlu sadar tinggal di bantaran sungai dengan kondisi apa adanya saat ini, tidak sehat dan tidak layak. Harus bangkit meningkatkan kualitas hidup dengan kekuatan sendiri (modal sosial).
  2. Pemerintah : melakukan action plan penataan bantaran sungai terpadu dengan mengsinergikan kebijkan tertulis (pusat dan daerah) dan modal sosial warga.
  3. Pihak akademisi perlu terlibat sebagai dinamisator pembaharuan.
 
< Prev   Next >